Tampilkan postingan dengan label SUCCES STORY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SUCCES STORY. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Maret 2015

HARLI JORDEAN, Bocah 8 tahun sukses jadi CEO di kerajaan bisnisnya-(HARLI JORDEAN)


Sahabat KIM...

Inilah kisah nyata seorang bocah dari London yang baru berusia 8 tapi sudah sukses memiliki kerajaan bisnis yang luar biasa. Disaat teman2 sebayanya asyik bermain game online, sedangkan dia sibuk dengan kerajaan bisnis internetnya yang sudah berkembang pesat.

Harli kecil ini telah berhasil membangun kerajaan bisnis "kelereng" nya dan sudah menghasilkan ribuan pound pertahunnya. Tak ada yang menyangka sebelumnya, bahkan ibunya sendiripun terkejut dengan kesuksesannya ini. Awalnya dia tergila gila pada kelereng, dan frustasi dengan kurangnya pilihan kelereng untuk koleksi pribadinya. Akhirnya dia mulai browsing di internet untuk dapat memuaskan koleksinya. Tak disangka dari sanalah bisnisnya berjalan. 


Terkenal di seluruh dunia sebagai Marmer Raja Inggris, Harli kecil sukses menjalankan situs MarbleKing selama hampir dua tahun. Harli menjual beberapa kelereng terbaik di dunia dengan harga yang sangat terjangkau.  

Lahir di Stoke Newington, London, dia tidak berbeda dengan anak-anak seusianya yang suka bermain-main dengan teman-teman, makan cokelat, es krim dan menonton kartun; Namun, taipan bisnis ini juga pandai mengatur waktunya untuk berbisnis. Kesibukan utamanya adalah menangani pesanan, menghubungi pemasok dan melakukan pengiriman untuk semua pelanggannya.

Kesibukannya itu membuat ibu dan dua saudaranya ikut terlibat dalam dunia bisnis internetnya. Meski sibuk, di tidak merasa kewalahan. Justru di masih bermimpi dan berambisi untuk terus mengembangkan kerajaan bisnisnya. Seperti dikutip dari Dailymail.com, dia berkata :

"Mimpi saya adalah memiliki jaringan toko seperti Hamley - tapi bisnis saya akan menjadi toko mainan terbesar di dunia yang menjual berbagai macam kelereng"

"Pada awalnya teman2 saya tidak percaya bahwa saya memiliki perusahaan sendiri, tapi saat ini mereka sudah menjadi pelanggan terbaik saya. Saya suka kelereng dan saya suka memiliki perusahaan kelereng sendiri ".

Pebisnis cilik ini juga mengungkapkan kesuksesannya sebagian adalah DELEGASI.

" Saya suka jadi bos, tapi saya ingin membuat orang lain melakukan berbagai pekerjaan untuk saya. Agar jika ada kesalahan, itu bukan semua salahku." Jawabnya dengan polos.


Tina, ibu Harli mengungkapkan, " Harli terobsesi pada kelereng pada saat dia berumur 6 tahun. Sampai sampai kelereng2 itu dia bawa ke tempat tidur. Sebelum berangkat tidur yang dibicarakannya kelereng, dan pagi hari bangun tidurpun hal pertama yang disebutnya adalah kelereng !!"

" Obsesinya pada kelereng begitu besar, kamipun mulai memanggilnya Raja Kelereng !... Dan suatu saat dia ingin membuat situs website dengan nama - kelereng. Tak di duga website itu berkembang cukup pesat dan sampai kewalahan menangani pesanan. Akhirnya saya dan 2 kakaknya harus membantu Harli."

" Harli sangat berdedikasi dan ambisius dalam menangani bisnisnya. dia memang BOS yang hebat. Dia berencana akan memproduksi sendiri secara massal kelereng bermerek di Cina dan akan mendirikan toko2 yang tersebar di seluruh dunia. Mimpinya adalah memiliki toko kelereng terbesar di Inggris dan cabang di seluruh dunia !! ". 

Semoga menginspirasi....

TUKANG CUKUR JALANAN INI PUNYA 100 LEBIH MOBIL MEWAH !!

Sahabat KIM...


Apakah kamu termasuk orang yang suka bercukur rambut di salon pinggir jalan dibawah pohon ? Dengan tarif relatif murah, tak lebih dari 20 ribu saja....kita sudah bisa memiliki model rambut baru. Biasanya para tukang cukur itu mangkal di pinggir2 jalan yang agak ramai dilalui orang.

Tapi jangan sangka hanya karena dengan penghasilan yang kecil mereka tak bisa punya investasi yang besar. Buktinya, seorang tukang cukur jalanan dari India ini mampu mengelola dan mengembangkan pendapatannya yang kecil waktu itu untuk bisa memiliki ratusan mobil mewah yang berharga milyaran. Seperti mobil Rolls Royce Ghost dan BMW 7 Series yang siap diajak bergaya kapan saja.

Dialah Ramesh Babu, seorang tukang cukur di wilayah Bangalore, India yang berjuang dari nol dengan kegigihannya sampai mampu hidup berkecukupan dan bisa memiliki ratusan tunggangan mewah.  Dikutip dari Motoroid, dia hidup lingkungan kumuh dalam keluarga yang pas pasan dengan pekerjaan sang ayah yang seorang tukang cukur. Dan bahkan Ramesh menjadi yatim karena di tahun 1979 ia ditinggal meninggal ayahnya diusia 8 tahun.

Sepeninggal kematian sang ayah, kehidupan ekonomi keluarganya semakin sulit dan memaksa ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga demi mencari sesuap nasi untuk ibu dan saudara saudaranya. Ayahnya hanya meninggalkan warisan sebuah salon kecil dipinggir jalan yang akhirnya oleh ibu Ramesh disewakan pada pamannya dengan tarif 5 Rupee atau senialai Rp 30.000 perhari. Namun pamannya yang baik itu, selain menyewa tempatanya, dia juga mengajari Ramesh kecil untuk mencukur sampai dia menjadi seorang " tukang cukur " yang mahir dan profesional.



Ditahun 1991, setelah tamat dari sekolah St Joseph College of Commerce... Ramesh memutuskan untuk meneruskan usaha sang ayah menjadi tukang cukur dan menangani sendiri salon kecil peninggalan ayahnya itu. Nah, dari salon kecil itulah awal kisah sukses Ramesh Babu menjadi kaya dengan ratusan mobil mewahnya ....

Semoga menginspirasi....

 

Rabu, 04 Maret 2015

PERJUANGAN SAMPAI GARIS FINISH + VIDEO MOTIVASI

 

Assalamualaiku Sahabat KIM...

Kisah nyata ini benar2 terjadi di bulan Oktober 1968 di sebuah stadion di Mexico City. Tepatnya ketika di daerah Amerika Latin itu menjadi tuan rumah perayaan Olimpiade ke 19. Saat itu, Minggu sore yang panas, perlombaan lari Maraton pria dimulai pukul 03.00 waktu setempat.

Salah satu peserta lomba adalah John Stephen Akhwari, seorang pelari tingkat dunia di tahun 1960 - 1970. Yang menarik, bukanlah dia yang ada paling depan di garis finish dan meraih juara medali emasnya. Justru dialah yang paling akhir tiba menyelesaikan pertandingan ini. 

Diantara 74 peserta, 17 orang tak dapat melanjutkan pertandingan karena cedera. Setelah melewati jarak 19 km, di total 42 km rute yang harus dilalui, Akhwari berdesakan diantara beberapa pelari dan terjatuh. Lututnya luka dan lepas engsel lutut, bahunyapun terluka sangat parah, darah segar mengucur sangat banyak. Para tim medis menyarankan agar dia mengundurkan diri karena lukanya yang parah.

Namun Akhwari tetap kukuh untuk melanjutkan pertandingan. Berkali kali Akhwari diminta mundur, ia tetap menyangkal. Ia tetap bertekad untuk berlari, meskipun itu bukan gerakan berlari.... hanyalah gerakan berjalan pincang dan lambat, terseok seok sambil menahan sakit yang luar biasa....!!
Langkahnya tak mulus lagi, bahkan sempat terhenti ketika memasuki stadion. Sejenak ia meringis menahan sakit, tetapi tekadnya sungguh mengalahkan segalanya. Dengan kaki berbalut perban hingga mencapai garis finish.

Tepat jam 06.00 petang, semua peserta sudah tiba di garis finish. Matahari sudah tenggelam, pemenang lari maraton sudah diumumkan. Para pemburu beritapun mewawancarai para juara2 maraton itu. Lampu - lampu stadion sebagian sudah dimatikan karena penonton tersisa beberapa ribu orang saja.

Namun, di jam 07.00, setelah satu jam lomba usai... tiba - tiba penonton dikejutkan oleh pengumuman dari pengeras suara. "Pertandingan ternyata belum usai ...!! .... Masih ada 1 pelari yang akan memasuki stadion......!!" Gemuruh tepuk tangan pun membahana saat seorang pelari bernomor 36 itu.

Setelah usai, Akhwari diwawancarai dan ditanya oleh para wartawan yang awalnya meliput para juara, kini semua beralih padanya. Akhwari menjawab :

 "Negara saya tidak mengirim saya 10.000 mil hanya untuk memulai perlombaan, mereka mengirim saya untuk menyelesaikan lomba....!! "
  
Akhwari tidak ingin mengecewakan negara dan seluruh rakyat Tanzania. Ia tahu beban apa yang diletakkan di pundaknya dan ia mau bertanggung jawab untuk menyelesaikannya. 
Gelar " A King Withaout Crown " atau " Raja tanpa Mahkota " disematkan padanya.
">Sejak saat itu, John Stephen Akhwari telah dihormati dan dilambangkan sebagai contoh hidup dari keberanian dan tekad.
Pada tahun 1983, ia dianugerahi Pahlawan Nasional Medal of Honor. Pada tahun 2000, ia diundang ke Olimpiade di Sydney, Australia dan 2008 ia diundang di Beijing sebagai duta goodwill untuk menginspirasi atlet Olimpiade untuk Olimpiade 2008.

">Sahabatku semua... dalam kehidupan dan kebaikan...">bukan bagaimana Anda memulai balapan, yang terpenting adalah bagaimana anda bisa menyelesaikannya. ">Di mana pun posisi Anda berperan di hari ini, jika Anda sudah berjalan atau mendapat ujian, jika Anda telah jatuh dan dalam situasi yang buruk, apakah itu kesalahan Anda sendiri atau orang lain yang telah menjerumuskan Anda.... biarkan John Stephen Akhwari memotivasi Anda.


"Selesaikan lomba lari itu...!! Berjalan atau berlari, tersandung atau pincang, tidak masalah. Selesaikan lomba. Memperbaiki diri dan menyelesaikan lomba dalam kehidupan....!!

Semoga menginspirasi....