Tampilkan postingan dengan label kisah inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah inspirasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Mei 2015

Merasa Bahagia, Wanita Ini Pakai Gaun Pengantin Tiap Hari - Xiang Jungfeng

Sahabat Kim..

Setiap wanita tentu bermimpi untuk mengenakan gaun pengantin yang indah dihari pernikahannya. Karena dalam balutan busana yang sakral itu wanita merasa istimewa bahagia. Dan Euforia kebahagiaan itu dialami oleh Xiang Jungfeng, seorang wanita asal Tiongkok China berusia 47 tahun. Saking bahagianya telah menemukan pujaan hati dan bisa menikah, ia mengenakan gaun pernikahannya selama 10 tahun terakhir.



Alhasil, sejak saat pernikahannya pada tahun 2004 lalu ia terus menggunakan gaun pengantin untuk terus mengenang kebahagiaannya. Tak kehabisan akal, Xiang Jungfeng membuat 3 gaun pengantin yang serupa agar ia terus dapat menggunakannya setiap hari. Woow...



Kebahagiaan yang ia rasakan itu adalah secuil rasa syukurnya karena terlepas dan terbebas dari cengkraman suami peretamanya. Ya, saat menginjak usia remaja, Dilansir dari Oddity Central, Jumat (4/4/2014), kisah pilu Xiang bermula saat usia 18 tahun. Ketika itu ia diculik dari kota kelahirannya.
Xiang yang berasal dari Jimo, Provinsi Shandong, China kemudian dijual kepada seorang pria di kota tetangga Linyi. Xiang pun dipaksa menikah dan tinggal selama 15 tahun bersama pria tua itu, dijadikan budak untuk dipekerjakan di ladang. Hingga akhirnya ia berani melarikan diri dari cengkeraman pria tua itu.

Ia diculik oleh seorang pria tua untuk dijadikan seorang budak sekaligus istrinya. Namun setelah bertahan 15 tahun, akhirnya Xiang Jungfeng bisa mencuri kesempatan untuk kabur dan bertemu dengan seorang wanita yang bersedia menyediakan tempat tinggal untuknya.







Anda mungkin berpikir yang dilakukan Xiang Junfeng gila, tapi tidak sampai mendengar kisah hidupnya yang begitu pilu.

Setelah beberapa tahun hidup di tempat terisolasi itu, ia berhasil melarikan diri ke desa Liujiazhuang di mana seorang wanita setempat membantunya. Wanita itu tak hanya menjadi penyelamat Xiang sekali. Namun ternyata juga mencarikan jodoh untuknya.

Xiang diperkenalkan wanita yang tak disebutkan namanya kepada adik laki-lakinya, Zhu Zhengliang. Tak lama kemudian, Xiang pun menikah. Tepatnya pada tahun 2004.Setelah bertemu dengan calon suaminya, Xiang Junfeng merasa cocok dan langsung menyelenggarakan pernikahan. Dia menjelaskan bahwa suaminya merupakan sosok pria yang sangat baik terhadapnya. Karena itulah ia merasa sangat bahagia dan bertekat untuk selalu memakai gaun pernikahan selama hidupnya. Hingga kini, Xiang Junfeng sudah terhitung mengenakan gaun pengantinnya selama 10 tahun.

Sejak saat itu, saking bahagianya, Xiang pun menolak untuk mengenakan pakaian lain selain gaun pernikahannya. Suami Xian Junfeng tak pernah merasa terganggu dengan gaun yang digunakan oleh istrinya. Ia sangat tau bahwa istrinya akan merasa sangat bahagia ketika mengenakan gaun pengantin. Karena kebiasaannya selalu mengenakan gaun pengantin, penduduk sekitar banyak yang memperbincangkannya. Mereka merasa sangat asing dengan wanita yang bekerja diladang namun tetap mengenakan gaun pengantin tersebut. Akhirnya, Xiang Junfeng dijuluki sebagai “wanita bergaun pengantin”.



Meski banyak tetangga yang berkomentar negatif dengan apa yang Xiang Junfeng lakukan, Junfeng merasa santai saja. Ia tetap berdiri pada pendiriannya. Sayangnya, pernikahannya yang kedua ini belum mendapat ijin resmi dari negara. Hal tersebut dikarenakan Xiang Junfeng tak memiliki dokumen lengkap tentang pernikahan terdahulunya bersama pria yang menculiknya. Namun, memahami hal tersebut polisi setempat tengah melakukan sebuah usaha agar pernikahan Xiang Junfeng bisa resmi diakui oleh negara.

Kini, Xiang Junfeng sudah bahagia dengan pernikahan barunya. Ia selalu menjaga hubungannya dengan sang suami agar pernikahannya bisa terus langgeng. Bagaimana dengan kalian ? 

Akankah kalian melakukan hal yang sama dengan Xiang Junfeng untuk mengekspresikan kebagaiaan? 

Semua pilihan bergantung pada kalian. Namun, jika kalian melakukan hal yang sama dengan Xiang Junfeng lebih baik berpikir sekali lagi. Bukan apa – apa, namun gaun pengantin pasti membatasi gerak kalian. Namun, semua keputusan ada ditangan kalian kok. So, tentukan sendiri cara kalian untuk mengekspresikan diri.






Rabu, 26 November 2014

Sindiran Ulama bagi yang malas menghafal Al Qur'an



Assalamualaikum Sahabat KIM...

Pernahkah sahabat KIM terinspirasi anak usia 7 tahun bahkan 5 tahun mampu menghafal Al Qur'an ?
Apa yang ada dibayanganmu ? Takjub ? Heran ?
Kamu pasti mengatakan anak jenius, anak hebat, karena ia telah mampu menghafal kitab setebal itu ...!!

Tapi ternyata, belum banyak yang tahu bahwa menghafal Al Qur'an itu adalah modal awal, motivasi tertinggi  para ulama2, ilmuwan2 Islam hebat jaman dahulu !!

Minggu, 23 November 2014

Inspirasi dari Muhammad Al Fatih, Penakluk Konstantinopel

Sultan Muhammad Al- Fatih, "Sang Penakluk..!"

Lukisan Sultan Muhammmad II
oleh gentile Bellini
 


         Beliau, sang penakluk Konstantinopel yang saat ini banyak di banggakan oleh umat Islam. Salah satu ustad yang membuat kisah inspirasi dan motivasi dari sang penakluk ini terangkat dan banyak orang terkagum adalah ustad Felix Siauw, seorang ustad keturunan Tionghoa. 
        Muhammad al-Fatih adalah salah seorang raja atau sultan Kerajaan Utsmani yang paling terkenal. Beliau merupakan sultan ketujuh dalam sejarah Bani Utsmaniah. Julukan Al-Fatih adalah gelar yang senantiasa melekat pada namanya karena dialah yang mengakhiri atau menaklukkan Kerajaan Romawi Timur yang telah berkuasa selama 11 abad.

Kamis, 05 Juni 2014

4 FILM INDONESIA YG SANGAT MEMOTIVASI & MENGINSPIRASI

Sahabat KIM...

Dunia perfilman Indonesia 10 tahun terakhir ini sudah bangkit lagi. Banyak sekali film - film terbaik menjadi karya anak negeri yang sangat menginspirasi banyanyak orang. Kali ini kita coba untuk mengumpulkan 4 film lokal yg juga bisa kita jadikan inspirasi dan motivasi untuk kita. Walaupun mungkin tidak murni berdasarkan kisah nyata karena sudah sedikit di dramatisir tetapi setidaknya roh motivasi tetap terdapat di dalam film tersebut karena dibuat atau ditulis berdasarkan pengalaman si pelaku utama.

1.Laskar Pelangi & Sang Pemimpi 


Sebuah film menarik yang merupakan adaptasi dari sebuah novel berjudul “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata.

Berawal dari Ikal nama kecil dari Andrea Hirata yang diperankan oleh Lukman Sardi ( anak asli Pulau Belitong ) yang berkunjung ke kampung halamannya. Ia mengantarkan cerita pada masa kecil di pulau tersebut, cerita tentang pertama kalinya ia masuk sekolah SD Muhammadiyah. Kelas baru yang berusaha dibuka oleh 2 orang guru yang hebat bu Muslimah & pak Harfan.
Peraturan yang berlaku, syarat untuk membuka sekolah tersebut dimana harus memiliki 10 orang murid. Namun saat itu masih hanya 9 orang.  Kemudian Harun yang menyelamatkan anak-anak yang ingin bersekolah sebagai siswa yang ke-10. Maka terbentuklah Laskar Pelangi dari 10 orang murid itu yang terdiri dari Ikal, Lintang, Mahar, Borek, A-Kiong, Kucai, Syahdan, Borek, Trapani, Sahara dan Harun. 5 tahun bersama bu muslimah, pak harfan, dan ke-10 anak.
Laskar Pelangi itu banyak melawati aral melintang dan tantangan. Namun dengan keunikan dan keistimewaan anak-anak tersebut membuat alur cerita lebih seru. Banyak cerita yang bisa membuat kita tertawa, seperti saat adegan Ikal yang jatuh cinta kepada A-ling. Hanya melihat tangan A-ling, hatinya langsung berbunga-bunga. Saat Mahar menghibur menghibur Ikal dengan nyanyian Bunga seroja dan diiringi tarian anak-anak Laskar Pelangi, itu merupakan adegan yang bisa membuat kita tertawa terbahak-bahak.
Sedang adegan yang menegangkan adalah saat lomba cerdas cermat, dimana Lintang yang terlambat karena di perjalanan ada seekor buaya yang berada di jalan sehingga ia tidak bisa lewat. Sedangkan adegan yg sangat mengharukan juga terdapat di dalm film ini, yaitu ketika setelah Lintang memenangkan lomba cerdas cermat dan pulang kerumah sambil membawa sertifikat bukti juara yg ingin ia tunjukkan kepada ayahnya, Ia harus menghadapi kenyataan bahwa ayahnya tidak pulang-pulang dari melaut yg kemungkinan besar sudah tidak berada di dunia ini lagi.
Film ini berceritakan tentang bagaimana anak-anak di salah satu pulau terindah di Indonesia. Dimana mereka harus berjuang untuk bersekolah. Cerita ke-10 anak Laskar Pelangi yang terus berjuang untuk menggapai mimpi mereka, serta keindahan persahabatan yang menyelamatkan hidup manusia. Kelanjutan dari Perjuangan Ikal (Andrea Hirata) dari Laskar Pelangi.

Dan dalam Film Sang Pemimpi, dimana Andrea bercerita tentang kehidupannya ketika masa-masa SMA. Tiga tokoh utamanya adalah Ikal, Arai dan si kuda. Ikal- alter egonya Andrea Hirata. Arai adalah saudara jauh yang yatim piatu yang di sebut sempei keramat karena anggota keluarga terakhir yang masih hidup dan akhirnya menjadi saudara angkat dan Jimbron, seorang yatim piatu yang terobsesi dengan kuda dan gagap bila sedang antusias terhadap sesuatu atau ketika gugup.
Ketiganya dalam kisah persahabatan yang terjalin dari kecil sampai mereka bersekolah di SMA Negeri Bukan Main, SMA pertama yang berdiri di Belitung bagian timur. Bersekolah di pagi hari dan bekerja sebagai kuli di pelabuhan ikan pada dini hari, dari ketagihan mereka menonton film panas di bioskop dan akhirnya ketahuan guru mengaji mereka , perpisahan Jimbron dengan ikal dan Arai yang akan meneruskan kuliah di Jakarta yang akhirnya membuat mereka berdua terpisah tetapi tetap akan bertemu di Perancis. Hidup mandiri terpisah dari orang tua dengan latar belakang kondisi ekonomi yang sangat terbatas namun punya cita-cita besar , sebuah cita-cita yang bila dilihat dari latar belakang kehidupan mereka, hanyalah sebuah mimpi
“Kalau kita tak punya mimpi, orang-orang seperti kita akan mati, Kal!” Manggar 1985. Ucapan itu terlontar dari seorang anak yatim piatu dari kampung miskin di Belitong, Kepulauan Bangka Belitung, sana. Arai (Ahmad Syafullah), anak remaja itu, adalah anak istimewa. Dialah sang pemimpi. Ketika kemiskinan menjadi napas kehidupannya, tekad Arai tak pernah redup. Ia menjadi cahaya, ketika Ikal saudara angkat yang juga sahabat barunya, kehilangan mimpi, tatkala dibenturkan pada peristiwa-peristiwa nyata: kemiskinan. Tapi itulah hebatnya Arai. Ia selalu punya mimpi yang menggelora dan tak terbendung. Ya, mimpi seorang anak Belitong, yang bercita-cita menginjakkan kakinya di kota ilmu. Sorbonne, Perancis. Kota inilah yang terus menari-nari dalam benak mereka, menyalakan semangat Arai dan juga Ikal. Tapi lihatlah kini. Impian itu seolah jadi bualan bagi Ikal dewasa (Lukman Sardi).
Kalender menunjukkan tahun 1999. Ikal malah terdampar di sebuah rumah kosan sempit, di kawasan kampung yang padat di Bogor, Jawa Barat. Ia menjalani hari-harinya seorang diri. Tak ada Arai juga mimpi-mimpi itu. Selepas lulus menjadi sarjana ekonomi di UI, Ikal malah terperosok menjadi pegawai di kantor pos. Padahal, inilah pekerjaan yang sangat dibencinya. Peristiwa masa lalu yang menyakitkan, melahirkan kebencian itu. Ayahnya, Seman Saidi Harun (Mathias Muchus), dipromosikan untuk naik jabatan, setelah belasan tahun mengabdi di PN Timah. Kabar itu begitu menggembirakan Ikal dan ibunya (Rieke Dyah Pitaloka). Pada sebuah hari yang dinanti itu, semua pegawai yang mendapatkan promosi jabatan berkumpul di ruang pertemuan. Menerima surat yang telah dikirim melalui kantor pos. Ikal hadir menemani ayahnya. Satu per satu nama mereka disebut sesuai urutan abjad. Sial, hingga abjad terakhir nama Saidi tak disebut-sebut. Saidi kecewa dan perasaan Ikal begitu terluka. Belakangan diketahui ternyata surat promosi pengangkatan ayahnya itu nyasar ke alamat orang. Kisah inilah yang kembali menggelitik ingatan Ikal dewasa. Sebuah kenangan lama kembali muncul di ruang kamar kosannya yang lusuh. Ia mengumpat Arai yang terlalu membuainya dengan mimpi-mimpi dan kini dia malah hilang entah ke mana. Tapi di balik itu, Ikal begitu mengaguminya. Ingatannya meloncat mengenang kembali pertemuan pertamanya dengan Arai dan Jimbron. Mereka tumbuh bersama menjalani masa remaja—yang kata Raja Dangdut Rhoma Irama—begitu berapi-api. Menjalani hari-hari sebagai siswa SMA Negeri di Manggar, ibu kota Belitung Timur. Selepas itu, mereka bekerja demi mengumpulkan uang untuk bekal sekolah ke Jakarta, kemudian menggapai mimpi mereka bersekolah di Sorbonne. Bagi Ikal, masa inilah yang menjadi tonggak hidupnya. Ia bersyukur dipertemukan dua sahabat yang luar biasa, terlebih Arai. Di mata Ikal, Arai adalah anak yang tangguh. Meski kadang suka bikin ulah, ia adalah sosok pribadi yang menyenangkan. Ia bisa menyulap sesuatu yang busuk menjadi lebih menyenangkan. Di Manggar, kisah itu terasa begitu indah. Perjalanan menuju masa remaja menjadi hidup yang menyenangkan. Ada cinta, persahabatan, petualangan juga proses pencarian jati diri. Deretan kisah inilah yang menjadi benang merah dari film Sang Pemimpi, sekuel dari film Laskar Pelangi yang kisahnya diangkat dari novel karya Andrea Hirata dan difilmkan kembali oleh sutradara berbakat Riri Riza.

2. Mestakung 

Film ini, seperti juga dalam bukunya berkisah tentang perjuangan siswa-siswa Indonesia untuk merebut juara pada olimpiade fisika tingkat international. Di filmnya, alur cerita lebih kepada perjuangan salah satu siswa dari pulau Madura. Arif, tokoh utama pada film ini adalah siswa SMP yang berasal dari keluarga tidak mampu. Ayahnya adalah sopir truk serabutan karena ladang garamnya tidak lagi berproduksi. Ibunya menjadi TKW di Singapura dan sudah tiga tahun tidak mengirim kabar. Arif anak yang cerdas , ia sangat senang mempelajari fisika. Baginya, fisika bukan sekedar kumpulan teori dan rumus tetapi ilmu yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan memperhatikan arah angin, memprediksi berat sapi dan memperhatikan kondisi tanah tempat karapan dia bisa memprediksi pemenang karapan sapi. Keahliannya itu dipergunakan untuk mengumpulkan uang. Selain itu, untuk menambah peemasukannya dia juga bekerja di bengkel.
Semua dilakukannya untuk mencari ibunya lewat seorang calo dengan syarat sejumlah uang. Pada suatu kesempatan, guru fisikanya yang sangat antusias untuk mengembangkan sains menawarkan Arif untuk mengikuti lomba fisika tingkat propinsi. Gurunya sangat yakin arif memiliki potensi dibidang fisika setelah praktek menusuk balon tanpa meledak yang diselesaikan oleh arif.
Awalnya tawaran ini ditolak, dengan alasan menghilangkan waktunya untuk mencari duit. Setelah mempelajari formulirnya dirumah, Arif berubah pikiran ingin mengikuti kegiatan tersebut mengetahui hadiahnya yang lumayan besar. Mulailah ia dibekali buku- buku pelajaran yang banyak oleh gurunya, dan arif serius mempelajarinya siang malam, semua dilakukannya untuk ibunya tercinta. Malangnya, kepala sekolah tidak menyetujui untuk mengutusnya lomba karena alasan klasik, dana.
Meskipun guru fisikanya sudah memperjuangkannya, kepala sekolah bergeming karena lebih tertarik untuk membiayai IT disekolahnya.
Suatu ketika, teman-temannya bermain bola di sekolah dan bolanya tersangkut di pohon mangga yang banyak semutnya. Arif memiliki ide, berbekal pompa sepeda, botol akua dan air dibuatlah water roket untuk menembak bola tersebut. Peristiwa ini direkam dengan baik oleh guru fisikanya dan dikirim ke pengajar tim fisika olimpiade yang kebetulan temannya. Pengurus tim akhirnya tertarik untuk merekrut Arif setelah melihat video tersebut, karena siswa binaannya selama ini hanya kuat diteori namun lemah di fisika praktis.
Awalnya Arif menolak, namun karena tempat olimpiade fisika internasional kedepan di singapura, dia bersedia dengan harapan bisa mencari ibunya.
Bergabung dengan tim fisika persiapan Olimpiade Internasional bukan hal yang mudah. Arif sangat kesulitan untuk mengikuti perekembangan teman- temannya yang sudah lebih dulu bergabung. Setelah beberapa minggu pun, nilainya tidak bergerak, paling rendah di kelas. Dia cuma bisa dapat rata-rata 50 sementara teman- temannya diatas 85. Tim pengajar pun memberikan peringatan kepada Arif, jika tidak sanggup beradaptasi maka dia akan dipulangkan.
Sebelum dipulangkan, Arif mengambil inisiatif untuk melarikan diri dari camp untuk pulang. Saat itu, dia ketemu dengan penjual ketoprak kenalannya sesama orang madura. Penjual tersebut menasehatinya bahwa kesuksesan itu tidak diperoleh dengan mudah, semua butuh kerja keras. Dan untuk sukses, mengerjakan sesuatu harus dengan hati. Jika tidak, kita pasti akan mudah menyerah. Nasehat ini menjadi energi baru bagi Arif, dia balik ke camp dan mulailah belajar dengan serius, dan nilainya pun mulai bersaing dengan teman-temannya.
Saat penentuan anggota tim, Hanya 8 Anggota yang akan dipilih dari 13 orang. Dan dari 8 orang tersebut nama Arif tidak termasuk. Dia sangat sedih, dia sudah mengerahkan semua kemampuannya namun itulah hasil maksimum yang bisa diperolehnya. Untungnya, tim sponsor menambah anggaran sehingga ada penambahan 1 anggota tim dan yang terpilih adalah Arif.
Di singapura, Arif pun memanfaatkan kesempatan untuk mencari alamat ibunya, sayang ibunya sudah meninggalkan alamat tersebut beberapa hari yang lalu. Arif pun lesu karena tidak bertemu ibunya, namun dengan semangat teman- temannya maka ia pun siap untuk bertanding.
Pada bidang fisika praktis, ia menyumbangkan emas setelah menyelesaikan persoalan gerak osilasi dari tali. Dia menyelesaikan masalah tersebut dengan membayangkan pecut yang dipakai pada karapan sapi. Tim indonesia akhirnya merebut Juara Umum.
Pada akhir film, Arif kembali ke Madura dan ibunya telah ada dirumah.. Sungguh banyak pelajaran yang bisa diperoleh dari film ini , sangat menggugah semangat belajar dan kerja keras kita. Jika kita sungguh- sungguh untuk melakukan sesuatu, maka semesta pun akan mendukung.

3. Sang Pencerah 


Film dengan judul Sang Pencerah yang mengangkat kisah pendiri Muhammadiyah K.H. Ahmad Dahlan ikut meramaikan perfilman Indonesia.
“Sang Pencerah memang menceritakan tentang kisah K.H. Ahmad Dahlan, namun dibalik itu semua film ini bercerita tentang perjuangan. Di dalamnya berisi tentang semangat anak muda, patriotisme anak muda dalam merepresentasikan pemikiran-pemikirannya,” ujar sang sutradara saat syukuran film Sang Pencerah di Menteng Jogjakarta 1867 -1912:
Sepulang dari Mekah, Darwis muda (Ihsan Taroreh) mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan. Seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah Bid’ah /sesat Melalui Langgar / Surau nya Ahmad Dahlan (Lukman Sardi) mengawali pergerakan dengan mengubah arah kiblat yang salah di Masjid Besar Kauman yang mengakibatkan kemarahan seorang kyai penjaga tradisi, Kyai Penghulu Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo) sehingga surau Ahmad Dahlan dirobohkan karena dianggap mengajarkan aliran sesat. Ahmad Dahlan juga di tuduh sebagai kyai Kafir hanya karena membuka sekolah yang menempatkan muridnya duduk di kursi seperti sekolah modern Belanda. Ahmad Dahlan juga dituduh sebagai kyai Kejawen hanya karena dekat dengan lingkungan cendekiawan Jawa di Budi Utomo. Tapi tuduhan tersebut tidak membuat pemuda Kauman itu surut.
Dengan ditemani isteri tercinta, Siti Walidah (Zaskia Adya Mecca) dan lima murid murid setianya : Sudja (Giring Nidji), Sangidu (Ricky Perdana), Fahrudin (Mario Irwinsyah), Hisyam (Dennis Adishwara) dan Dirjo (Abdurrahman Arif), Ahmad Dahlan membentuk organisasi Muhammadiyah dengan tujuan mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman. Film ini sangat menarik untuk di tonton

 4. Negeri 5 Menara 


Film yang sangat bagus, berkisah tentang Alif yang lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan tentu mandi berkecipak di air biru Danau Maninjau. Tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur.
Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok. Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan “mantera” sakti man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Dia terheran-heran mendengar komentator sepakbola berbahasa Arab, anak menggigau dalam bahasa Inggris, merinding mendengar ribuan orang melagukan Syair Abu Nawas dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara.
Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai, Alif berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa. Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka berenam kerap menunggu maghrib sambil menatap awan lembayung yang berarak pulang ke ufuk. Di mata belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Kemana impian jiwa muda ini membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah: Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar.
 Bagaimana perjalanan mereka ke ujung dunia ini dimulai?
Siapa horor nomor satu mereka?
Apa pengalaman mendebarkan di tengah malam buta di sebelah sungai tempat jin buang anak?
Bagaimana sampai ada yang kasak-kusuk menjadi mata-mata misterius?
 Siapa Princess of Madani yang mereka kejar-kejar?
Kenapa mereka harus botak berkilat-kilat?
Bagaimana sampai Icuk Sugiarto, Arnold Schwarzenegger, Ibnu Rusyd, bahkan Maradona sampai akhirnya ikut campur?
Ikuti perjalanan hidup yang inspiratif ini langsung dari mata para pelakunya. Negeri Lima Menara adalah buku pertama dari sebuah trilogi.

Demikianlah rangkuman 4 film Indonesia yang sangat menginspirasi dan memotivasi penontonnya.
Semoga bermanfaat...

Artikel menarik yang berkaitan :

- Film - Film Sejarah Islam yang sangat menginspirasi

- Nonton Film - Film Motivasi penuh hikmah

- Video - Video Motivasi paling dahsyat tahun ini

- Nonton Film " 99 Cahaya di Langit Eropa "

Senin, 05 Mei 2014

KISAH INSPIRASI, RUMAH TERAKIR SI TUKANG BANGUNAN




           Seorang tukang bangunan yang sudah tua berniat untuk pensiun dari profesinya yang sudah ia geluti selama puluhan tahun. Ia ingin menikmati masa tua bersama istri dan anak cucunya. Ia tahu ia akan